Akar dari kata “kebaikan” bermakna menjadikan orang lain sebagai keluarga sendiri. Orang-orang dengan kebaikan yang seperti itu, mereka membantu orang lain yang tidak ada hubungan apapun dengan mereka, ternyata telah menciptakan keluarga yang jauh lebih besar dari yang terlihat.

Mengenal Sang Jati Diri

A post shared by Sai Youth Vikash Palu (@saiyouthpalu) on

Rindu… Siap beraksi lagi di Part 2 Panti Sosial Bina Remaja..

A post shared by I Putu Ardika Yana (@ardikayana) on

Seperti malam-malam yang sudah biasa, ada pertanyaan-pertanyaan mengapa kau menyia-nyiakan kehidupanmu. Berapa banyak air mata yang kau hadiahkan untuk orang-orang yang menyayangimu dan berapa bentuk kemarahan yang mewujud dalam kesakitan-kesakitan.

Tetapi semua sudah terjadi bukan.

Kata teman saya seorang ahli Teknik Mesin, “Kecacatan suatu struktur akan terlihat ketika kegagalan sudah mewujud” Oleh karena itu, ketika kecacatan hidup sudah mewujud dalam kehancuran hidupmu maka kehidupanmu sepantasnya direfleksikan…

Dan malam itu, seperti menemukan obat dari kecacatanmu, tangisanmu membahana di seisi ruangan, raunganmu menggema di luasnya bidang.

Dan “menyesal” lah dengan Dalam.. sedalam mungkin, lalu mulai “berubah” ubah hidupmu dari pembelajaran akan penyesalanmu…

Rangkul luka Jiwamu, maafkan kelalaian dirimu Sendiri, berhenti menghakimi masa lalumu..
Kau tahu, selalu ada tempat bersandar yang Maha Pengasih berikan, dan selalu ada ruang untuk Pemaafan… 
.
.
.
.
Selamat berproses bos!!